BANGSA PENZINA?
By : Luqman
Zina Sebagai Trend!
Pagi hari ini, selasa (2/12/08), saya melihat dua berita di televisi yang cukup mengagetkan serta mengusik hati nurani saya. Bagaimana tidak, hanya dalam satu hari setidaknya telah terjadi dua kasus (yang saya saksikan) di satu pulau, pulau Sumatera. Kasus pertama terjadi di daerah Sukaramai, Palembang dan yang kedua di daerah Kampar, Riau.
Beberapa tahun yang silam, saya sempat tidak habis pikir ketika mendengar ada satu kebiasaan para remaja di Amerika yang melakukan ritual/perayaan apa yang mereka sebut dengan “melepas masa lajang”. Sekilas tidak ada yang aneh dengan nama ritual tersebut, tetapi ketika anda tahu bagaimana pelaksanaan ritual tersebut, pasti anda akan ikut tercengang bersama saya (tentunya jika anda masih punya nurani dan secuil iman). Ritual “melepas masa lajang” ini bukanlah dilakukan dengan menikah, tetapi mereka (muda mudi Amerika) melepas masa lajang mereka dengan melakukan hubungan intim/perzinahan dengan kekasih hati mereka, na’udzubillah.
Tentunya peristiwa di atas akan membuat kita mengernyitkan kening seraya bertanya, mengapa muda mudi Amerika melakukan hal tersebut? Apakah ini merupakan tabi’at bangsa penzina seperti Amerika yang menjadikan nafsu sebagai Tuhannya? Maybe YES.
Akan tetapi yang membuat saya lebih tidak habis pikir lagi adalah, mengapa bangsa yang mayoritas penduduknya muslim (seperti Indonesia) malah sekarang tidak jauh berbeda dengan bangsa penzina seperti Amerika?
Hari-hari di media -baik cetak maupun elektronik-, dipenuhi dengan berita-berita perzinahan. Mulai dari paman yang menzinahi keponakannya yang di bawah umur, kakak yang menzinahi adik kandungnya, bahkan seorang anak yang berani menzinahi ibu kandungnya sendiri. Belum lagi ditambah dengan semakin banyaknya beredar video-video mesum yang sengaja atau tidak dibuat dan disebarkan oleh pelajar-pelajar kita, mulai dari SD sampai SMA dan sepertinya para mahasiswa pun tidak mau “ketinggalan” untuk berandil dalam hal ini. Sebut saja satu contoh apa yang saya lihat pagi tadi di televisi.
Peristiwa yang sangat tidak masuk akal (bagi saya) ini terjadi di daerah Sukaramai, Palembang. Sebut saja Bunga dan Blacky (nama samaran) yang merupakan warga daerah tersebut yang memiliki kebiasaan yang buruk. Masyarakat disana sudah mulai menaruh kecurigaan kepada dua insan yang berlainan jenis ini yang sering berduaan di kamar kos mereka. Ternyata apa yang menjadi kecurigaan warga lain tidaklah keliru, pada suatu siang keduanya tertangkap basah sedang “berbasah-basah” alias berzina. Kontan saja peristiwa ini langsung memicu kemarahan warga setempat, terlebih karena mereka berdua masih berstatus sebagai pelajar SMA.
Belum lagi rasa heran saya hilang, saya sudah dikejutkan lagi dengan peristiwa yang jauh lebih menghebohkan dari kisah di atas. Kali ini terjadi di daerah Kampar, Riau. Seorang siswi SMA dipaksa menjadi aktor video mesum oleh sejumlah preman di daerah tersebut. Yang lebih mencengangkan lagi adalah terlibatnya seorang oknum aparat desa dalam aksi bejat ini, na’udzubillah.
Sebelumnya juga, salah seorang teman saya mengirimkan sms kepada saya yang mengatakan bahwa hasil survey mengatakan hampir 62% pelajar di Indonesia sudah tidak perawan lagi!
Ada apa sebenarnya dengan bangsa ini???
Perzinahan Dalam Pandangan Islam
Sudah barang tentu Islam amat melarang umatnya untuk melakukan perzinahan, bahkan walau hanya sekedar untuk mendekatinya saja. Hal ini sebagaimana telah termaktub di dalam Al Qur’an, Allah azza wa jalla berfirman :
“Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat menjijikkan dan merupakan jalan yang paling jelek” (QS. Al Israa’, 17:32)
Dan juga firman Allah yang lain :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, DAN TIDAK BERZINA. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (balasan) atas dosa(nya), (yaitu) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan hina...”
(QS. Al Furqan, 25:68-69)
Dari dua ayat tersebut di atas saja, sudah cukup mewakilkan betapa Islam amat melarang bahkan mengharamkan zina bagi para umatnya.
Zina merupakan perbuatan yang amat menjijikkan dan juga jalan yang paling jelek. Betapa mirisnya hati ini tatkala melihat ada sebagian dari saudara saya umat muslim yang malah seolah-olah menutup mata dan telinga terhadap larangan dari Allah tersebut. Kalau seandainya yang melakukan zina adalah bangsa-bangas kuffar, mungkin saya tidak akan aneh, sebab mereka memang bangsa keturunan babi dan kera yang sudah barang tentu lebih mengedepankan nafsunya di dalam hal apapun. Bangsa-bangsa kuffar itu menganggap zina sebagai salah satu hak asasi yang mesti diberikan kebebasan kepada setiap individu tanpa harus mengekang apalagi melarangnya. Bahkan mereka tidak lagi asing dan aneh melihat perzinahan yang dilakukan di depan umum layaknya sebuah tontonan. Na’udzubillah…
Lalu apakah trend seperti di atas yang hendak kita tiru selaku generasi muda Islam? Apakah kita hendak meniru semua pola kehidupan jahiliyah orang-orang kafir tersebut? Saya yakin dan percaya, siapa pun orangnya pasti tidak mau terjerumus dan terperosok ke dalam lembah yang amat dalam lagi menjijikkan itu kecuali mereka yang AKAL DAN HATINYA TELAH MATI!
Sebagai seorang muslim, hendaknya kita lebih dapat menjauhi perbuatan zina tersebut dan hendaknya kita lebih bisa memenuhi seruan-seruan Allah. Seandainya saja kita mau sedikit membuka pikiran kita akan efek buruk yang ditimbulkan oleh perzinahan ini, tentunya kita akan berpikir 1000 kali untuk melakukannya. Efek buruk ini bukan hanya akan menimpa kita di akhirat saja, tetapi juga akan menimpa kita di dunia berupa penyakit-penyakit yang amat berbahaya lagi membahayakan.
Di antara penyakit-penyakit tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Penyakit Gonorhoe
Penyakit ini menular melalui proses perzinahan, dapat menimbulkan radang pada dinding rahim dan pada kedua testis kemaluan. Juga dapat mengakibatkan kemandulan dan peradangan pada semua sendi. Dampaknya juga dapat mempengaruhi bayi, lalu menimbulkan peradangan di kedua matanya sehingga mengakibatkan kebutaan.
2. Penyakit Bernanah
Penyakit ini menular melalui hubungan perzinahan yang diharamkan dan dapat menimbulkan peradangan pada ruas-ruas berlendir. Kadang-kadang dapat menimbulkan bisul-bisul bernanah, peradangan pada saluran kencing, rasa nyeri pada sendi, dan bengkak-bengkak pada mata.
3. Penyakit Cacar Lunak
Penyakit ini dapat menular melalui perzinahan. Penyakit ini juga dapat menimbulkan bisul yang menyakitkan pada kandungan, kadang-kadang meluas hingga merusak kulit.
4. Penyakit Syphilis
Penyakit ini menular melalui dua cara, yaitu dengan perzinahan dan ciuman yang diharamkan. Juga dapat menimbulkan peradangan pada kulit, tulang, otot, hati, lambung, paru-paru, jantung, dan syaraf.
5. Penyakit Kematangan Seksual Secara Dini
Penyakit ini menjangkit pada anak-anak akibat berkobarnya syahwat sebelum waktunya dan ransangan insting seksual sebelum kelenjar menjadi sempurna. Penyakit ini juga mengakibatkan gangguan jasmani, penyakit syaraf dan kejiwaan dan penyakit-penyakit lainnya yang disebutkan oleh para dokter.
Tidak hanya di dunia saja para pezina ini akan diazab dengan berbagai penyakit kotor seperti di atas yang akan menggeranyangi tubuh mereka sedikit demi sedikit!
Azab/siksaan yang akan mereka terima -jika tidak bertaubat- di akhirat kelak, jauh lebih mengerikan dibanding dengan penyakit-penyakit tersebut.
Allah azza wa jalla berfirman :
“Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk. Dan tempat kediaman mereka adalah Jahannam, dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kediaman”. (QS. Ar Ra’d, 13:18)
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wassalam bersabda :
“Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan akibat berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara. Yang tiga (diberikan) di dunia, dan yang tiga (lagi diberikan) di akhirat. Adapun yang tiga di dunia itu ialah hilangnya sinar wajah, pendek (berkurang) umurnya, dan terus menerus dalam kefakiran. Sedang tiga perkara di akhirat itu ialah mendapat kemurkaan Allah, siksaan yang pedih, dan azab neraka”. (HR. Baihaqi)
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wassalam juga bersabda :
“Jauhilah zina! Karena dalam perbuatan zina itu terdapat empat hal berikut :
1. Menghilangkan keindahan wajah.
2. Menolak rezeki,
3. Membuat Allah murka, dan
4. Menyebabkan kekekalan di dalam neraka.
(HR. Thabrani)
Suatu hari Samurah bin Jundub meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan bahwa Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam telah didatangi malaikat Jibril dan malaikat Mikail. Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam bersabda : “Kita berangkat dan sampailah pada dapur api, yang bagian atasnya sempit sedang bagian bawahnya lebih besar, dari dalamnya terdengar suara yang amat keras”. Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam bersabda : “Kami lalu menengok ke dalam tempat tersebut, ternyata disitu banyak orang laki-laki dan perempuan yang tidak berpakaian. Tiba-tiba menyalahlah api dari bawahnya dan seketika itu mereka berteriak-teriak dan menjerit-jerit karena sangat panasnya”. Lalu aku bertanya : “Siapakah orang-orang itu wahai Jibril?”, Jibril menjawab : “Itulah orang laki-laki dan perempuan yang berzina dan itulah azab mereka sampai kiamat kelak”. (HR. Bukhari)
Subhanallah…
Belum lagikah terbuka mata dan hati kalian wahai para pemuda???
Zina = Sesat!
Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin menjamurnya zina dipengaruhi besar oleh peran media yang telah berhasil para pemuda dan pemudi untuk melepaskan baju malu dan mahkota kehormatan mereka.
Betapa mudahnya hari ini untuk mendapatkan media-media pengumbar syahwat baik berupa majalah, buku, VCD, DVD, sticker, dsb. Tampaknya hal inilah yang memicu detonator syahwat para pemuda kita sehingga mampu meledakkan bom perzinahan.
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wassalam pernah mengatakan dalam sebuah hadits shohih sebagai berikut :
“Telah ditentukan bagi manusia nasibnya dengan perzinahan yang akan diterima olehnya dengan pasti, yaitu : Dua mata, perzinahannya dengan cara melihat (perkara-perkara maksiyat). Dua telinga, perzinahannya dengan cara mendengarkannya. Lidah (lisan), perzinahannya dengan cara membicarakannya. Kedua tangan, perzinahannya dengan cara merabanya. Kaki, perzinahannya dengan cara melangkah padanya. Hati, perzinahannya dengan cara menarik dan bercita-cita padanya, yang kemudian dibenarkan dengan kemaluannya atau menolaknya”. (HR. Bukhari – Muslim)
Tampaknya inilah yang tengah terjadi hari ini, perkataan Rasul shalallahu ‘alayhi wassalam di atas sangat akurat dan benar adanya. Pemicu dari zina kelamin adalah ternyata berawal dari zina mata berupa pandangan yang diharamkan oleh Allah.
Wahai saudara-saudaraku para pemuda Islam, marilah kita bersama-sama kembali membuka mata dan hati kita yang mulai tertutup terhadap ayat-ayat Allah di atas. Sungguh miris hati ini melihat engkau terjebak dan terlena pada lubang yang amat dalam dan menjijikkan bernama zina. Jika memang engkau memiliki kecondongan yang kuat kepada lawan jenis yang menarik hatimu, maka nikahilah ia, sebab itu lebih baik bagi engkau dan dirinya. Jangan engkau jerumuskan dirimu dan dirinya ke dalam lembah perzinahan.
Sebagai penutup dari risalah singkat ini, saya akan nukilkan satu nasehat seorang tokoh yang menjadi tauladan dan uswah bagi seluruh umat muslim di seluruh tempat dan zaman, Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alayhi wassalam.
“Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kamu yang telah mampu, hendaklah menikah! Karena nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan mata dan lebih dapat menjaga farj (kemaluan). Maka siapa yang belum mampu, hendaklah puasa! Karena puasa itu merupakan pengekang syahwat baginya”. (HR. Al Jama’ah)
Alladzina yastami’unal qoula wayat-tabi’una ahzana, ulaa ikalladzina hadaahumullah wa ulaa ikahum ulul albab.
Fa’tabiru yaa ulul albab!

|